Jamaah Pengajian Ahbabul Musthofa Diajak Teladani Sikap Rasullullah

Sukun Pengajian

 

Kudus – Pengajian Ahbabul Musthofa yang digelar bersama PR Sukun di Masjid Agung Kudus, Selasa (9/8/2016) malam berlangsung khusyuk. Ratusan pengunjung datang, untuk melantunkan shalawat bersama sebagai bentuk cinta kepada rasulullah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu, semakin malam semakin ramai. Terlihat masih banyaknya jemaah yang datang. Hingga akhirnya lokasi di bagian depan masjid penuh sesak.

Maklum saja, pengajian rutin yang diasuh oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf tersebut juga dihadiri Habib Hilmy Kudus, Habib Abu Bakar Baagil, Habib Umar asal Purwokerto dan KH Achmad Asnawi asal Kudus

Dalam kesempatan tersebut, KH Achmad Asnawi menyampaikan menjelaskan kalau makna mencintai tidaklah cukup simbol saja. Begitu pula dengan cinta kepada Rasulullah, tidak cukup kalau hanya sebatas simbolik semata.

”Dengan melantunkan selawat, dengan membaca sejarah-sejarah nabi lewat Simtuduror dan lainnya, merupakan simbol seseorang mencintai Rasulullah. Namun hal itu akan lebih baik, jika dilanjutkan dengan mencontoh akhaknya,” kata kiyai yang akrab disapa Yi Asnawi tersebut.

Jika sampai meneladani, maka akan masuk pada hakikat. Sehingga, apa yang disukai Rasulullah juga akan dilakukan. Seperti salat, yang tidak hanya sendiri namun jemaah, rajin puasa serta lain sebagainya.

Selain mengingatkan untuk meneladani rasullullah, Habib Umar Purwokerto juga meminta para jamaah tidak mampir-mampir saat pulang pengajian. Terlebih saat membawa teman lain jenis. Hal itu akan merusak nama jamiah dan akan membuat malu.

”Kalau memang suka, langsung nikah saja. Kalau takut bilang sama orang tua. Bilang sama saya, nanti saya yang akan bilang dan nembung dengan orang tua,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, juga merupakan bentuk meneladani ahlak Rasulullah. Sebab, perbuatan pasangan di tempat sepi akan sangat merugikan. “Jangan sampai digeropyok,” jelasnya. (*)

 

Tinggalkan komentar